uts alfin firmansyah

 

NAMA                : Alfin firmansyah

NIM                 : 20201810800002

PRODI                : Pendidikan Teknologi Informasi (semester 3)

FAKULTAS        : Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

 

 

Pemafaatan teknologi  VR (Virtual Reality) sebagai media pembelajaran dan sarana terapi untuk anak berkebutuhan khusus (Autisme)

 

Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang secara signifikansi mengalami kelainan pada kebutuhan fisik, pertumbuhan atau perkembangannya dibandingkan dengan anak-anak lain sehingga memerlukan pelayanan pendidikan khusus. Istilah lain bagi anak berkebutuhan khusus adalah anak luar biasa dan anak cacat berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukkan pada ketidakmampuan mental, emosi dan fisik. Yang termasuk dalam anak berkebutuhan khusus antara lain: tunanetra, tunadkasa, tunarunggu wicara dan autis.

 

Autisme merupakan salah satu bentuk gangguan tumbuh kembang, berupa sekumpulan gejala akibat adannya kelainan syaraf-syaraf tertentu yang menyebabkan fungsi otak tidak bekerja secara normal sehingga mempengaruhi tumbuh kembang, kemampuan komunikasi dan kemampuan interaksi sosial seseorang (Sunu,2012:7). Gangguan perkembangan anak autis lebih pada kemampuan interaksi sosial, karena mempunyai duniannya sendiri. Hal ini ditandai dengan ketika anak autis diajak bicara tidak pernah menatap muka orang yang diajak bicara. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan anak menjadi penderita autis diantaranya: Secara neurologis pada penyandang autis ditentukan ada perkembangan sel-sel otak terutama pada hippocampus yang tidak normal dan juga kelainan lobus parietal sehingga menimbulkan gangguan perhatian pada lingkungan, pengecilan pada cerebellum tempat sensoris, bahasa, perhatian dan berpikir. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa pada keluarga dan anak kembar menunjukan adanya faktor genetik yang berperan dalam perkembangan autisme.

 

Sensory intregation dysfunction adalah ketidak mampuan untuk memproses informasi yang diterima melalui indera. Istilah lain yang digunakan adalah sensory intregation disorders atau hendaya intregasisensoris. Ketidak berfungsian terjadi didalam sistem saraf pusat yang terdapat dalam kepala yang disebut dengan otak. Akibat ketidak berfungsian integrasi sensoris, seorang anak tidak  dapat melakukan respon atau menanggapi informasi sensoris untuk dijadikan sesuatu yang bermakna secara konsisten (Bandi,2009;49-50).  Kapan saja seorang anak menunjukan masalah tingkah laku seperti tingkah laku menyakiti diri sendiri dan agresif,menurut perspektif kaum behavioris, selalu didahului oleh adanya penyebab yang disebut antecedence. Oleh karena itu fokus utamanya adalah menghilangkan atau sekurang-kurangnya mengurangi tingkahlaku bermasalah itu, diubah menjadi tingkahlaku yang lebih adaptif, agar anak dapat hidup dengan teman sebayanya.

 

 

Salah satu bentuk stimulus atau rangsangan pada autis dapat dilakukan dengan media virtual reality sifoga. Hamalik (1986) dalam Arsyad menjelaskan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keingnan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar dan pengaruh-pengaruh psikologis pada siswa (Arsyad, 2013:19). Media virtual reality sifoga merupakan media untuk simulasi fokus dan gerakan bagi anak autis. Media ini dikembangkan oleh Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Pemda DIY. Dengan dikembangkannya media ini diharapkan bisa dipergunakan sebagai alat terapi fokus dan gerak yang efektif bagi anak autis.

 

Kehadiran Virtual Reality (VR) yang mensimulasikan lingkungan sekitar oleh sistem komputer dengan memghadirkan sensasi secara fisik seolah-olah nyata ternyata dapat memberikan manfaat.

 

VR dapat meniru atau menciptakan ulang pengalaman yang dirasakan secara sensorik oleh manusia. Kebanyakan realitas virtual menyediakan lingkungan virtual memanfaatkan indra penglihatan.

 

Hal itu ditampilkan baik menggunakan layar monitor ataupun dengan menggunakan alat bantu penglihatan lain. Selain indra penglihatan, indra pendengaran juga dapat dipengaruhi oleh VR dengan bantuan pengeras suara. Sehingga memberikan fleksibilitas yang lebih besar dari biasanya.

 

 

Dengan beberapa manfaat dari VR, maka Sensori Integrasi pada setiap ABK diharapkan dapat cepat merespons. Karena Sensori Integrasi adalah proses yang terjadi akibat pengaruh input sensori, antara lain sensasi melihat, mendengar, taktil, vestibular, dan proprioseptif.

 

Terapi Sensori Integrasi merupakan salah satu bentuk okupasi dan treatment pada ABK dalam upaya perbaikan bermacam gangguan seperti tumbuh kembang, belajar, interaksi sosial dan perilaku lainnya agar bisa mandiri.

 

Penerapan teknologi VR memberikan alternatif media pendidikan karakter, meningkatan kompetensi baik kognitif maupun psikomotorik, serta mendukung kegiatan praktikum secara dinamis, animatif dan interaktif sehingga tidak membosankan dan menarik minat siswa ABK untuk belajar.

Komentar

Postingan Populer